Diskusi Politik STKIP Muhammadiya Enrekang

Posted: 9 Maret 2014 in PEMILU 2014

Pemateri Diskusi Politik STKIP Muhammadiyah Enrekang : Dari Kiri Muh Adnan Syah,Sumardin Sadahir,Amran,Yunus Busa.

Pemateri Diskusi Politik STKIP Muhammadiyah Enrekang : Dari Kiri Muh Adnan Syah,Sumardin Sadahir,Amran,Yunus Busa.

             Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiya Kabupaten enrekang, Sabtu (9/3) di gedung SKB batili,Enrekang mengadakan Dialog Politik Bersama Calon Legislatif  “Pemilihan Umum 2014, Sebagai Sarana Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula”Dengan Tema Diskusi Bersama Membagun Enrekang Maju  Aman Dan Sejahtera “. Acara tersebut berlangsung di Gedung SKB Batili  dan diikuti sekitar 300 mahasiswa dan Pelajar dari berbagai Kampus dan Sekolah di kabupaten Enrekang, Drs. Yunus Busa, M.Si sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang , dalam sambutannya mengatakan bahwa diselenggarakannya diskusi ini menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden sangatlah tepat mengingat tinggi nya presentase ke tidak tahuan masyarakat tentang mekanisme pelaksanaan Pemilu. Ketidak tahuan ini, menurutnya akan mempengaruhi potensi”golput”,”Hal ini disebabkan ,perubahan tentang tata cara pemilihan, salah satunya dari “contreng” menjadi “mencoblos”, lanjutnya diskusi  ini juga di selengarakan untuk memberi pemahaman kepada para siswa dan mahasiswa untuk lebih selektif memberikan pilihanya kepada calon anggota Legislatif yang punya komitmen dan ber komponen sesuai dengan judul pengantarnya “Jangan Membeli Kujing Dalam Karung”. Oleh sebab itu, menurut Drs. Yunus Busa, M.Si, sangat tepat jika STKIP Muhamadiyah Enrekang ikut  andil dalam memprakarsai forum diskusi bagi mahasiswa yang masuk 30% pemilih pemula. “Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa ikut berpartisipasi dalam pemilu, bukan hanya sebagai pemilih saja, tetapi agar menjadi pemilih yang lebih cerdas”, kata dia. Selain Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang Hadir dalam acara tersebut sebagai pemateri Amran SE caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional dapil sul sel 3,Ir.Sumardin Sadahir caleg DPRD Propensi dapil 9 Sul-Sel dari PAN ,dan sebagai host Muh Adnan Syah S,ag.,M.Hi yang juga caleg DPRD Kabupaten enrekang Dapil 1 dari Partai Bulan Bintang (PBB).Sedangkan Amran lebih menegaskan untuk memilih wakil rakyat yang punya rekam jejak baik di masyarakat dan punya kontribusi yang ril di masyarakat,sedangkan sumardin sadahir lebih menitik fokus kan untuk lebih dewasa dalam menentukan pilihan dan yg terpenting kata dia adalah pemilih pemula mestinya tidak berlaku pragmatis,karna menurut dia Prilaku pragmatis hanya menggiring kita pada sebuah kondisi kehanjuran “Oleh karena itu, mau politik uang atau apapun kondisinya, kita tetap dengan ketegaran hati kita dengan tetap memegang integritas,Tegaskan bahwa kalian (mahasiswa-red) pemilih pemula yang cerdas yang memimilih calon-calon berkualitas,”Sedangkan Muh Adnan Syah hanya mengatakan bahwa kedepan arah bangsa dan daerah kita itu di tentukan oleh kaum muda kalau kaum muda hari ini apatis terhadap politik maka kehanjuran bangsa dan daerah kita  akan kita rasakan karna menurut dia tonggak selanjutnya yang akan mengisi pemerintahn adalah kaum muda hari ini,jadi kalau kaum muda hari ini tidak dipersiapkan secara mental,dan moral yg bagus maka apa yang kita inginkan tidak akan berbuah apa-apa .Hal ini dikarenakan dari 172 juta calon pemilih, 51 juta diantaranya adalah pemilih pemula. Jumlah ini menurutnya tidak sedikit, karena bisa menentukan sekitar 179 kursi. “Untuk itu, pemilih pemula harus berkualitas, agar dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas, yang tidak hanya menjual janji-janji dan pada akhirnya malah korupsi”, tegasnya.

              Sementara itu dalam sesi Tanya jawab Fahrul Bidu (17), pelajar salah satu SMA di SMA Negri 1 enrekang, mengatakan jika ada calon anggota legislatif (caleg) menawarkan uang atau bentuk yang lain, ia akan mengambilnya. Namun, ia memastikan tidak akan memilih calon tersebut, karna menurut nya caleg yang melakukan hal itu sama dengan membodohi masyarakat, Berbedah Dengan Luwen (18), pelajar di SMA Muhamadiyah Enrekang dia mengatakan kalau suara saya saya jual itu artinya saya menjual harga diri saya,dan masa depan kampong saya tidak akan lagi diperhatikan oleh para caleg karna menurutnya kalau para caleg sudah membayar suaranya itu artinya tanggung jawab nya untuk daerah nya sudah selesai dan jika terpilih nantinya si caleg tidak akan memperhatikan daerahnya.,

               Dalam Kesimpulanya Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang mengatakan bahwa ketiga Calon anggota legislative yang hadir dalam acara ini merupakan putra terbaik MASSENREMPULU dan kapasitas dan kontribusinya juga terukur oleh karna itu mereka ini pantas untuk kita pilih sebagi orang yang mampu meng aspirasikan keinginan dan kebutuhan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s