Hj.Marlina Mustari,SE : Saatnya Perempuan Pimpin Enrekang

Posted: 19 Juli 2012 in Tak Berkategori

Hj. Marlina Mustari, sosok wanita ‘penggila’ bola. Padahal sungguh mati, dia bukan turunan keluarga pemain bola, bukan pula lepasan sekolah olahraga dan bahkan sama sekali tidak pintar bermain bola. Kegemarannya pada permainan kulit bundar ini, malah membuatnya sempat mendirikan klub sepak bola di Makassar, ketika tinggal di Paccerakkang tepatnya di Perumahan Mangga Tiga. Di dunia sepak bola, Marlina sangat aktif memantau perkembangan anak-anak binaannya.

Mulai dari saat latihan, sampai mendampingi anak binaannya mengikuti kompetisi dengan klub-klub yang ada di Makassar, seperti yang sering digelar di Lapangan Karebosi. Lewat aktivitasnya ini pulalah yang kemudian mempertemukannya dengan Diza Ali, pendiri dan pemilik Makassar Football School 2000 (MFS 2000), sebuah sekolah sepakbola professional di Makassar yang kiprahnya telah mengglobal dengan keikutsertaannya pada sejumlah kejuaraan tingkat dunia.

Rupanya urusan Marlina dengan Diza tidak selesai pada soal bola, tapi belakangan justeru merembes ke dunia politik. Diza yang saat itu Ketua Partai Patriot Sulsel, justeru mengajaknya masuk partai, bahkan mendorongnya untuk memimpin Partai Patriot di Enrekang. Tawaran itupun disanggupinya, dan sampai sekarang isteri Mustari Sumule, S.Sos, ST, MM, tercatat sebagai Ketua DPC Partai Patriot Kabupaten Enrekang.
Bukan itu saja, pada pemilihan umum legislatif 2009 lalu, Marlina berhasil duduk sebagai legislator di DPRD Enrekang. Padahal awalnya, dia sempat kurang percaya diri untuk menjadi politisi. Hanya karena dorongan suami, keluarga, dan optimisme yang dipompakan Diza Ali, yang membuatnya membulatkan tekad untuk berkiprah di pentas politik. Sebenarnya, selain sebagai legislator, ibu empat anak ini juga dikenal sebagai pengusaha sukses. Usaha yang digelutinya pun macam-macam, mulai dari bisnis rental mobil, jual beli rumah dan tanah, bahkan sempat pula membuka usaha bengkel. Cuma belakangan usaha ini ditutup lantaran memilih focus pada usaha rental mobil serta bisni jual beli rumah dan tanah, yang dinilainya lebih prospektif.

Kesuksesan Marlina membangun usaha karena semangatnya serta dorongan yang kuat ingin membantu suaminya mendapatkan penghasilan tambahan. Maklum sebagai pegawai negeri sipil di Kantor Dinas PU Provinsi Sulsel, penghasilan suaminya tidaklah cukup untuk membiayai kebutuhan yang semakin meningkat.

 

Marlina memulai dengan bisnis barang campuran di tempat tinggalnya di Perumahan Mangga Tiga. Dari keuntungannya, dia berhasil menyicil kendaraan roda dua, bahkan belakangan berhasil membeli mobil untuk melancarkan kegiatan usahanya. Lantaran dinilai berkembang, dia pun melakukan diversifikasi usaha, dengan terlebih dahulu membeli rumah di BTN Sudiang.
Usaha yang dipilihnya adalah bengkel las yang rupanya cukup menjanjikan karena sempat membeli mobil baru dari keuntungan usahanya ini. Namun setelah hamil anaknya yang keempat, Marlinana memilih fokus pada usahanya di Mangga Tiga dan bengkel las di Sudiang pun ditutup. Sebagai usaha baru, dia pun menggeluti bisnis rental mobil, serta usaha jual beli rumah dan tanah hingga sekarang ini. Siap Terima Amanah Menyinggung suksesi kepala daerah di Enrekang yang tak lama lagi, Marlina menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Bahkan terkesan agak tersipu buat menyatakan kesiapannya untuk maju.
Namun jika masyarakat memang menghendaki, dia mengaku tidak akan mungkin menolak, alias siap menerima amanah. Dan kalau ini terwujud, tentu akan merupakan fenomena baru di mana buat pertama kalinya seorang perempuan tampil menjadi nakhoda di bumi Massenrengpulu.’’Kini saatnya perempuan menjadi pemimpin di Enrekang’’, ujarnya. Marlina yang lahir dan besar di Enrekang, mengalami liku-liku kehidupan yang sangat berat sebagai seorang anak petani. Sejak berumur 8 tahun sudah dibebani tanggungjawab berat untuik ikut membantu orang tua bekerja di kebun. Bahkan pada hari tertentu, sebelum ke sekolah dia terlebih dahulu berjalan kaki beberapa kilometer melewati hutan dan sungai membawa hasil kebun seperti pisang untuk dijual ke pasar. Berangkat saat dinihari sekitar pukul 03.00 menggunakan obor dan tiba di pasar biasanya pukul 08.00 pagi. Karena itu ketika bicara soal pembangunan di Enrekang, Marlina sangat mengetahui betul apa yang seharus dilakukan untuk memajukan daerah tersebut. Baginya membangun Enrekang tidak terlalu sulit, lantaran
besarnya potensi sumber daya alam, dan sumber daya manusia. Tinggal bagaimana mengelola kedua sumber daya tersebut secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Enrekang. Termasuk, mengundang pihak investor untuk ikut memacu gerak pembangunan daerah dengan mengolah berbagai sumber daya alam yang tersedia.

Menurut Marlina, membangun Enrekang harus terlebih dahulu memahami kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang melingkupi. Karenanya figur calon kepala daerah haruslah putera-puteri Enrekang yang mengetahui bahkan ikut merasakan denyut nadi kondisi terkini dan perkembangan daerah dari waktu ke waktu. Bukan berarti harus menutup pintu bagi orang luar, atau yang selama ini lebih banyak berkiprah di daerah lain, sebab dalam hal tertentu juga dibutuhkan faktor pembanding terutama dari daerahdaerah yang lebih maju. Khusus untuk pemberdayaan perempuan, menurut Marlina, mutlak dilakukan. Sekarang banyak perempuan Enrekang yang menganggur, dan ini secara tidak langsung menjadi beban sehingga perlu dicarikan solusi. Misalnya lewat berbagai bentuk pemberdayaan jangka pendek, semisal kursus dan pelatihan agar mereka dapat menjadi nilai tambah dalam keluarga. Satu hal yang pasti bagi Marlina, jika kelak sejarah mendaulatnya menjadi nakhoda di tanah kelahirannya, yakni dia akan terbuka dengan segala masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat. Baginya, kritik adalah ‘vitamin’ yang akan memacu motivasi dan semangat membangun. Dengan kritik, lebih dini dapat diketahui berbagai celah kekurangan untuk diperbaiki, sehingga tak perlu terjebak dalam kekeliruan yang berkepanjangan. Pemimpin yang allergi terhadap kritik, tentu akan sulit meraih sukses.

 


BIODATA
Nama : Hj Marlina Mustari, SE, M.Si
Lahir : Enrekang, 1971
Pekerjaan : Anggota DPRD Kab. Enrekang
Pendidikan Terakhir : Pasca Sarjana

( Sumber Refrensi : http://enrekangnews.com/tokoh/12-hj-marlina-mustari-se-saatnya-perempuan-pimpin-enrekang  )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s