Drs.Chaerul Latanro: Menghadirkan Pemerintahan Yang Hakiki

Posted: 19 Juli 2012 in Tak Berkategori

Menghadirkan Pemerintahan Yang Hakiki . Chairul Lantanro, anak ke-4 dari 8 bersaudara, buah perkawinan pasangan Prof Dr. H. Latanro dengan Hj. Ratna Ali. Lahir di Jakarta 3 Juli 1961, Chairul termasuk anak cerdas, tapi sedikit bengal. Biasalah,khas anak muda yang sedang mencari identitas diri. Acap bolos sekolah dan rajin ikut balapan liar denganteman sebayanya. Dia memang suka tantangan, namuntidak pernah merugikan orang lain.Tak heran, saat SMA, harus berpindah sampai8 kali baru tamat, itu pun setelah pulang kampung diEnrekang. Tapi saat diterima di Unhas pada tahun 1981,

pemerintahannya menjadi berkah bagi masyarakat luas. Sesuatu yang menurutnya tidak berlebihan terutamakarena Enrekang dikenal memiliki banyak potensi, mulai bidang pertanian, perkebunan, peternakan, sampaibidang pertambangan dan sumber pembangkit listrik.Potensi lainnya, menurut Chairul, adalah sektorpariwisata yang selama ini belum tergarap optimal,karena kebijakan skala prioritas. Kini, fokus pembangunanmasih pada pembangunan infrastruktur jalan,jembatan, air bersih dan listrik, yang telah menyentuhsampai ke pelosok desa. Setelah itu, barulah diarahkan kepada sektor pariwisata dan sektor prioritas lainnya.

Sekretaris Umum MKGR Enrekang ini mengaku, untuk mengakselerasi pembangunan,pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus, tetapi harus piawai mencari sumber dana alternatif, termasuk dana hibah dan bantuan luar negeri. ”Ini semua tergantung kepiawaian pemimpin melakukan lobi”, ujarnya. Suami Hj. Andi Fatmawati ini juga menjelaskanbahwa sebagai mantan aktivis, dirinya banyak mengenaldan dikenal para pembesar dan pemegang kebijakan negeri ini, lantaran rata-rata mereka juga adalah mantanaktivis. Belum lagi alumni Fakultas Ekonomi Unhas yangkini banyak mengabdi di berbagai posisi strategis, atau sebagai pengusaha kondang. Pun koleganya diberbagai departemen di Jakarta selama dia menjajalkarier sebagai birokrat. Modal jaringan ini tentu akansangat membantu nantinya, kala zaman mendaulatnya menjadi orang nomor satu di Enrekang.Ketua MPD KAHMI Enrekang ini berharap kiranya semua kandidat menanamkan tekad siap

menang dan siap kalah. Jadi apapun hasilnya, tidak perlu menimbulkan gesekan  apalagi konflik yang justeru merugikan warga Enrekang sendiri. Pilkada bukan sekadar seremoni tapi pengejawantahan nilai demokrasi yang hakiki hingga mesti berlangsung dalam kompetisiyang sehat, elegan, dan bermartabat. Pilkada adalah proses  pembelajaran demokrasi yang esensial sehinggatidak boleh dicederai dengan  pemaksaan kehendak,apalagi menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. ”Saya berharap pilkada di Enrekang bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain”, ujarnya.

Aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Menwa dan HMI, membuatnya kian dewasa memaknai hidupnya dan tidak lagi larut dalam kegiatan yang kurang produkif. Ada petuah ayahnya, yang amat berbekas di  benaknya dan membuatnya sadar: ”Saya tidak mempunyai banyak harta, makanya kamu harus sekolah, karena yang paling berharga sejatinya bukan harta tetapi ilmu”. Lantaran itu dia terdorong terus untuk serius belajar, sekaligus menjalankan ibadah salat, yang juga selalu ditekankan oleh orangtuanya. Kini, Ketua Pengcab PSSI Enrekang ini menjabat Kepala Dinas Pengelola Keuangan & Asset Daerah Enrekang. Suatu posisi strategis, dan disandangnya setelah melewati pergumulan panjang di birokrasi. Sekarang namanya santer disebut sebagai kandidat kuat Bupati Enrekang. Sesuatu yang wajar, selain sebagai putera daerah yang merintis pengabdian dari bawah sehingga memahami betul persoalan yang dihadapi masyarakat, juga karena Ketua MPC Pemuda Pancasila Enrekang ini memiliki kapasitas dan kapabilitas sehingga dinilai akan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Massenrempulu. Meski begitu, Ketua Dewan Pembina Karang Taruna Enrekang, ini, masih menanggapinya dengan hati-hati. Apakah akan ikut pilkada sebagai bupati atau wakil bupati, menurutnya sangat tergantung kepada keinginan rakyat dan restu atasan. ”Kalau mayoritas penduduk mendukung dan atasan merestui, insya Allah, saya tentu tidak boleh menolak”, katanya, merendah. Chairul sendiri mengaku lebih banyak mengintrospeksi diri, menimbang-nimbang apakah dirinya layak maju dalam pilkada mendatang. Dia juga banyak meminta masukan dari berbagai pihak, karena menurutnya yang bisa obyektif menilai kompetensinya adalah orang lain yang selama ini berinteraksi dengannya. Jadi tidak hanya menurutkan ambisi, tetapi karena memang dinilai layak oleh orang lain. Namun jika kelak mendapat kepercayaan, dirinya juga telah memiliki visi untuk menghadirkan pemerintahan yang hakiki. Yakni pemerintahan yang selalu dekat dengan rakyat, melayani dan memenuhi h a k d a s a r wa r g a.>>.

 


BIODATA

Nama : Drs H. Chairul Latanro, MM.

Pekerjaan : Kadis. Pengelola Keuangan dan

Asset Daerah Kab. Enrekang

Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 3 Juli 1961

Pendidikan Terakhir : Pasca Sarjana Unair Surabaya

 

( Sumber Refrensi : http://enrekangnews.com/tokoh/10-drs-chaerul-latanro-mengahirkan-pemerintahan-yang-hakiki )

 

Komentar
  1. fira mengatakan:

    admin, minta no telp / email nya Chairul latanro dooooonk

    • kabarpilkadaenrekang mengatakan:

      Mohon maaf mba Fira..terkait permintaan anda,kami tdak bisa kasih.berhubung masalh privasi yg bersangkutan.kecuali yg bersangkutan sudah mengisinkan mungkin kami bisa kasih.terimah kasih sudah mampir di blok kami..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s