H.M.Amiruddin.SH : Memberdayakan Potensi Lokal

Posted: 9 Juli 2012 in Tak Berkategori

Di antara sejumlah nama yang beredar di langit perpolitikan Enrekang saat ini, H.M.Amiruddin, terbilang cukup populer. Dengan menyandang jabatan sekretaris daerah, dijamin dia banyak mengenal sekaligus dikenal oleh masyarakat.Mengenal mulai dari kondisi wilayah, karakter masyarakat, keinginan dan harapan mereka, termasuk aneka persoalan yang melilit selama ini dan perlu dicarikan solusi. Dikenal, mulai dari sosok dan kepribadiannya, keluarga besarnya, sampai pada kinerja yang telah diabdikan selama ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Bermodalkan dua faktor ini, alumnus Fakultas Hukum Unhas ini menyatakan Bismillah untuk ikut bertarung pada hajatan pilkada di Enrekang, tahun depan. Tak sedikit pun terbersit keraguan, apalagi dengan pengalamannya yang panjang di dunia birokrasi. Pelbagai jabatan strategis telah disandangnya, mulai dari kepala bagian, kepala dinas, asisten sekwilda, sampai Kepala Badan Pengendalian Pembangunan Kab. Enrekang.Bahkan ayah 4 orang anak ini pernah pula menjadi Direktur Kapet Parepare selama 3 tahun, sebelum akhirnya kembali ‘berlabuh’ di Enrekang menjadi sekretaris daerah, sampai sekarang.Amiruddin berobsesi jika kelak terpilih akan membawa Enrekang lebih maju, dan lebih beradab, agar masyarakat dapat mencapai taraf hidup yang layak, nyaman dan dinamis. Untuk itu dibutuhkan langkahlangkah strategis, yang intinya memanfaatkan potensi lokal melalui sistem pemberdayaan.Hal pertama digarisbawahi Ketua Korpri Enrekang ini adalah penyediaan sarana pendidikan yang memadai agar masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang layak.Hanya dengan pendidikan yang layak, seseorang dapat memperbaiki hidupnya dan menata masa depannya.Selanjutnya kata Amiruddin, adalah membangun sarana dan prasarana kesehatan serta mendidik masyarakat agar bisa hidup sehat. Kesehatan adalah barang mahal yang kerapkali diabaikan, dan terkadang disadari setelah jatuh sakit. Enrekang dengan mayoritas penduduk yang berdiam di desa-desa harus dididik untukmenjaga kesehatan diri dan lingkungan. Pola-pola kehidupan yang kurang sehat yang biasa dianut oleh masyarakat pedesaan harus dikikis lewat penyuluhan yang berkesinambungan. Setelah itu, lanjut suami Asmarani ini, barulah masyarakat diajak untuk membangun sumber-sumber ekonomi lewat langkah-langkah pemberdayaan. Basisnya adalah pemberdayaan sektor perkebunan, pertanian, peternakan dan energi. Termasuk memanfaatkan potensi air yang cukup besar menjadi sumber energi listrik yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus sebagai kekuatan ekonomi.

Soal perkebunan, Amiruddin menjelaskan bahwa di beberapa wilayah seperti Duri, Baraka, Alla, Bunging, Curio, Baroko dan Masalle adalah sentra tanaman kopi dengan luas lahan kurang lebih 12 ribu hektar, dengan produksi rata-rata kurang lebih 6.000 ton per tahun. Selama ini petani menjual dalam bentuk gelondongan tanpa proses pengolahan, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh tidak optimal. ”Ke depan tataniaga kopi ini akan diperbaiki, regulasinya disempurnakan, termasuk dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipasarkan”, ujarnya. Adapun untuk tanaman holtikulktura dalam pencermatan Amiruddin, sesungguhnya teknis budidayanya sudah sangat dipahami oleh masyarakat. Terbukti produksinya selalu melimpah setiap panen. Yang soal kemudian adalah pemasaran lantaran ketika produksi melonjak harga cenderung turun bahkan sering ‘terjun bebas’. Karena itu yang dibutuhkan adalah pengaturan manajeman pengelolaan tanaman dengan membentuk kelompok-kelompok tani. Lewat kelompok ini bisa diatur HM. Amiruddin, SH (Sekretaris Daerah Kab. Enrekang).

Memberdayakan Potensi Lokal jenis tanaman yang akan ditanam dalam satu wilayah, sehingga tidak terjadi over produksi satu komoditas tertentu dalam satu musim. Pria kelahiran 19 Desember 1957 ini tak lupa pula menguraikan potensi pariwisata Enrekang yang selama ini belum optimal penggarapannya. Terutama karena keterbatasan anggaran sehingga dilakukan bertahap berdasar skala prioritas. Makanya ke depan, akan digandeng pihak-pihak ketiga yang memiliki visi yang sama dengan pemerintah daerah. Pembangunan sektor kepariwisataan harus dilakukan terintegrasi, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung seperti hotel, tempat wisata, dan sejenisnya, sehingga sangat tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Amiruddin mengakui PAD Enrekang selama ini masih rendah sehingga mustahil diandalkan untuk menggerakan mesin pembangunan. Apalagi ada regulasi sistem perpajakan yang membatasi ruang gerak pemerintah daerah untuk memperoleh sumber-sumber pendapatan. Banyak sumber potensil terutama yang menyangkut pelayanan sekarang tidak bisa lagi dipungut, termasuk izin usaha.

Tetapi dengan pengalamannya yang panjang di pemerintahan, Amiruddin yakin banyak hal yang dapat dilakukan, termasuk memperbesar pundi-pundi PAD. Berbeda dengan figur yang tidak berlatarbelakang birokrat apalagi yang selama ini banyak berkiprah di kampung orang. Mereka tentu akan tersendat dalam mengelola pemerintahan yang memiliki logika tersendiri, yang bukan saja berbeda tetapi kerap malah bertentangan dengan logika organisasi lainnya. ”Pemimpin yang buta pengalaman birokrasi, apalagi tidak pernah berkiprah di Enrekang, akan banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan mengenali wilayahnya terlebih dahulu, dan ini jelas sebuah ironi”, katanya, tersenyum. []

BIODATA
Nama : HM. Amiruddin, SH
Pekerjaan : Sekretaris Daerah Kab. Enrekang
Tempat/Tgl Lahir : Enrekang, 19 Desember 1957
Pendidikan Terakhir : Fakultas Hukum Unhas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s