RAKYAT  SULSEL  MAKASSAR – Salah satu bakal calon Bupati Enrekang 2013-2018, H Suwandi Mahendra optimis memenangkan
persaingan dengan kader Golkar lainnya untuk resmi diusung pada Pemilukada Enrekang yang digelar
tahun depan.
Suwandi juga mengaku siap mengikuti proses dan mekanisme internal partai yang mengharuskan setiap bakal
calon bupati yang maju harus melalui mekanisme survei.
“Golkar itu partai yang punya mekanisme. Nah, secara mekanisme saya yakin akan diusung Golkar,” ungkapnya
kepada Rakyat Sulsel, Kamis (15/11).
Lanjut Suwandy, survei tengah dilakukan DPP Partai Golkar terhadap beberapa kader partai berlambang beringin
ini yang memuali ancang-ancang maju di Pemilukada Enrekang. “Tapi saya yakin sekali akan menjadi yang
terbaik dari semuanya,” terang Kepala Dinas Sosial Sulsel ini.
Selain Suwandi Mahendra, sejumlah figur dari kader golkar lainnya disebut-sebut akan meramaikan perebutan
kursi 01 Enrekang, antara H Andi Nasir, Ketua DPRD Enrekang, Nurhasan, Wakil Bupati Enrekang, Mustamin
Amir, Wakil Ketua DPRD Enrekang, H Chairul La Tanro, Kepala Dispenda dan Ketua Pemuda Panca Marga dan
Anggota DPRD Kota Makassar Rahman Pina.
Suwandy sendiri mengklaim dirinya, dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang pemerintahan dan
organisasi, akan mampu memberikan perubahan bagi Enrekang.
“Saya bertekad untuk menjadikan Enrekang sebagai kabupaten terbaik. Enrekang punya potensi SDA dan SDM.
Tinggal siapa yang memimpinnya,” tandas pria yang juga aktif di FKPPI ini.
Keseriusan Suwandy Mahendra untuk maju sebagai balon kandidat Bupati Enrekang 2013-2018 terus dibuktikan.
Setidaknya, Suwandy yang memperkenalkan tagline Suwandi Mahendra Sayang (SMS) itu sudah mengunjungi
sedikitnya 64 desa dan kelurahan di Bumi Massenrempulu itu. (RS2/C)

Sumber : (Harian Rakyat Sulsel  Jumat 16 November 2012).

ENREKANG, BKM — Sorotan terhadap sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bumi Massenrempulu yang diduga terlibat aktif berpolitik praktis mulai bermunculan. Hal ini berkembang dalam diskusi publik pilgub di ruang rapat kantor KPU Enrekang, Rabu (31/10).
Kegiatan yang dipandu langsung Usman Abdullah, Ketua KPU Enrekang, itu dihadiri Kabag OPS Polres Enrekang Herman Parlal. Turut hadir pula Asisten I Imran Bidohang dan Ketua Panwaslu
Enrekang Umar serta para tim sukses pasangan calon gubernur, termasuk pimpinan partai politik se Kabupaten Enrekang.
Sorotan itu diawali dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Massenrempulu (Lepass) Dahlan Kasim. Dahlan menilai bahwa pejabat di Enrekang secara terang-terangan melakukan sosialisasi satu pasangan calon. “Di depan mata kita sangat jelas, pejabat ajak masyarakat dukung salah satu calon,” beber Dahlan.
Parahnya lagi, kata Dahlan, saat pejabat ke wilayah pedesaan, kendaraan plat merah yang digunakan diubah jadi plat hitam. “Biar diubah bagaimana pun, tetap juga kita tau kalau itu
mobil negara,” tutur Dahlan.
Hal sama dikeluhkan Adnan yang juga merupakan tokoh pemuda di Enrekang. Lelaki yang cukup vokal ini juga mengatakan, seharusnya para PNS tetap fokus kepada pelayanan publik. Bukan justru ikut dalam dukung-mendukung salah satu pasangan calon. “Ini yang harus dipertegas panwaslu dan KPU,” tegas Adnan.
Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Enrekang Umar, secara tegas mengatakan bahwa PNS tidak boleh terlibat dalam politik praktis. “Politik praktis bagi PNS haram,” tegas Umar.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan menindaki setiap laporan pelanggaran pemilu. Bahkan, kata Umar, baru-baru ini, pihaknya telah memeriksa salah satu pejabat yang ditemukan langsung hadir
dalam kegiatan salah satu pasangan calon. “Kami tidak main-main, siapa pun orangnya. Bahkan, ada berapa kepala desa juga telah di proses akibat adanya indikasi

keterlibatan mendukung salah satu pasangan calon. Kita sementara mengumpulkan data,” kata Umar.
PNS, lanjutnya, melekat 1×24 jam. PNS itu milik publik, bukan milik sala satu pasangan calon. “Logikanya, misalnya camat, kalau lepas kerja, tetap dipanggil camat,” ujar Umar.
Terkait masalah netralitas, Imarn Bidohang, Asisten Pemerintahan Pemkab Enrekang, tidak banyak komentar. Namun, kata dia, jika ada diantara PNS yang melakukan politik praktis, segera dilaporkan. “Silakan dilapor kalau ada PNS yang tidak netral,” singkat Imran. (rah/ams/b)

Sumber : (Harian Berita Kota Makassar Jumat, 02 November 2012 )

ENREKANG – Partai Hanura Enrekang hanya punya tiga kursi di DRPD Sulsel. Meski demikian partai yang
dipimpin Jenderal Purnawirawan Wiranto tersebut akan membuka pendaftaran bagi bakal calon Bupati dan
wakil Bupati yang akan mereka usung pada 2013 mendatang.
Ketua DPC Hanura Naja menjelaskan, pendaftaran akan dibuka, tapi jangka waktunya belum ditetapkan,
karena masih menunggu ketetapan dari partai. “Kita akan buka pendaftaran dan memberi kesempatan
kepada tokoh tokoh masyarakat atau siapapun juga untuk mengendarai Hanura,” tegas Naja, Senin (8/10)
kemarin.
Naja menambahkan, Hanura punya mekanisme sendiri untuk mengusung calon bupati tetap melalui survei.
Mereka yang mendaftarkan diri akan disurvei nantinya, untuk dilihat siapa yang layak diusung sebagai calon
bupati dan wakil bupati oleh Partai Hanura.
Meski pendaftaran belum dibuka, sejumlah nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang telah
melakukan pendekatan dan menjalin komonikasi politik ini. Diantaranya Saleh Rahim, Suwandi Mahendra ,
Ridwan Abdullah , Andi Natsir, Hj Marlina Mustari, Chairul Latanro , Muh Sainal, Muh Said UR, Amiruddin,
Nurhasan, HM Amiruddin, Mustamin Amir, Iriani, Makmur Latanro, dan sejumlah nama lainnya.(K11/C)

 

Sumber :  (http://rakyatsulsel.com/sejumlah-balon-sudah-komunikasi-dengan-hanura.html )

HM-RIDWAN-ABDULLAH

HM-RIDWAN-ABDULLAH

MAKASSAR – Salah satu bakal calon Bupati Enrekang HM Ridwan Abdullah bertekad memajukan Kabupaten
Enrekang melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang baik. Hal tersebut diutarakan Ketua Umum
Yayasan Dana Ilsmic Center IMMIM (YASDIC), Senin (2/10).
Menurutnya, Kabupaten Enrekang memilki sember daya alam yang sangat memadai, karena wilayah
pegunungannya mencapai 80%, yang artinya alamnya kaya. “Kita harus melihat ini sebagai potensi besar
Enrekang dalam membangun dan menata wilayahnya lebih baik lagi kedepannya,” urai dosen Unhas ini.
Ridwan yang juga mantan Ketua Umum Himpuanan keluarga Massenrempulu (HIKMA) Sulsel ini
mengatakan, harus memberi sentuhan baru di bumi Massenrempulu dengan merubah paragima yang ada
pada masyarakat. “jika selama ini kita hanya mengelola hasil bumi dengan cara petik lalu jual, kedepan kita
harus merubah menjadi petik, olah lalu dijual,” jelasnya
lebih jauh dirinya berkeinginan menjadikan Enrekang barometer pengelolaan sumber daya alam di daerah
Sulsel dengan baik, apalagi dengan segala karunia Tuhan.
Jika terpilih jadi bupati nantinya. dirinya juga akan intens mengembangkan kualitas masyarakat Enrekang,
yakni akan merangkul semua golongan sosial masyarakat, dalam mendapatkan akses pendidikan yang memadai hingga ke perguruan tinggi, sebab baginya itu juga
menjadi tanggung jawab moral sebagai seorang akademisi.(RS11)

Sumber : RAKYAT SULSEL (Rabu , 03/Oktober/2012 10:06)

RAKYAT SULSEL ENREKANG – Komitmen Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Amanat Nasional (PAN) Enrekang, Muslimin Bando, untuk berjuang memenangkan pasangan
Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang), dipertanyakan salah seorang kepala desa saat Syahrul berkunjung ke Pana, Alla, Enrekang baru baru ini. Hal
itu terungkap saat Suardi, salah seorang legislator asal PAN berbincang santai dengan politisi Partai Golkar Andi Natsir yang juga ketua DPRD dan Sekretaris Dewan
Alzam Taqwa, Rabu (26/9), di sela-sela rapat komisi I.
“Bayangkan ada seorang kepala desa yang mengatakan kepada Pak Haji (Muslimin Bando -red) janganki pura pura komandan” ujar Suardi menirukan ucapan
seorang kepala desa yang tidak disebutkan namanya itu.
Andi Natsir dan Alzam Taqwa bersama sejumlah wartawan hanya tertawa lebar mendengar cerita Suardi.
Sementara, Muslimin Bando yang dikonfirmasi via telpon tidak mau terlalu menanggapi hal tersebut. Dikatakannya bahwa secara pribadi dirinya dekat dengan kedua
calon gubernur Sulsel yang akan bertarung pada pilkada 2013 mendatang.
“Saya memang dekat dengan Pak Ilham. Tapi kedekatan saya dengan pak SYL tidak kalah dekatnya. Keduanya sama sama dekat ” kata Muslimin Bando yang
mengaku tidak akan menghianati partainya yang telah resmi mengusung Sayang.
Muslimin Bando dan Umar Leha merupakan mantan calon bupati yang bertarung melawan La Tinro La Tunrung 2008 lalu. Saat itu, Muslimin Bando berhasil
menempati posisi kedua setelah La Tinro. Ketua Muhammadiyah Enrekang ini bahkan tercatat menang di beberapa kecamatan seperti Alla, Masalle dan Baroko.
Sementara Umar Leha berada di urutan buncit, namun berhasil menang di beberapa kecamatan di Duri kompleks. (K11/RS5/C). (Kamis , 27/September/2012 11:12)

RAKYAT SULSEL (Selasa , 25/September/2012 11:57)
ENREKANG – Bupati La Tinro La Tunrung mengharapkan pesta demokrasi pada tahun 2013, dalam rangka pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang
kemudian disusul pemilihan Bupati dan Wakil Bupati berlangsung sukses, aman dan damai.
“Sebagai aparat pemerintah, Anggota DPRD, pengurus parpol, pengurus organisasi Kemasyarakatan, hendaknya dapat memberi contoh kepada masyarakat dalam
berdemokrasi,” terang La Tinro La Tunrung saat memberikan sambutan pelantikan PAW, Hairul ST dalam rapat Paripurna, Senin (24/9) kemarin di gedung DPRD.
Bupati dua priode ini menjelaskan, perbedaan pilihan politik hendaknya disikapi dengan bijaksana. “Jangan karena perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecahpecah dan saling benci,” katanya.
“Pilkada adalah wahana untuk menentukan pemimpin yang terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Siapapun orangnya yang terpilih
nantinya itulah yang terbaik pilihan masyarakat umum,” tambahnya.
Khusus Kepada PNS, La Tinro berpesan, agar tidak terlibat politik praktis. “Biarlah urusan politik diurus oleh para politisi. PNS harus fokus berperan sebagai abdi
negara dan penyelenggara pemerintahan,” imbaunya.
Suasana aman dan damai, menurut La Tinro, sangat dibutuhkan bagi berlangsungnya kesinambungan pembangunan, dan mengantar masyarakat kepada tujuan
pembangunan yakni kesejahteraan bersama. (k11/dj/B)

RAKYAT SULSEL . ENREKANG – Sejumlah partai politik, di Bumi Massenrempulu, seperti Golkar, PPP, PKS dan PAN, melirik Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Partai Patriot Hj Marlina Mustari.
Sayangnya, anggota DPRD Enrekang ini mengaku belum bisa memastikan sikap politiknya terkait tidak lolosnya partai Patriot dalam verifikasi berkas di KPU pusat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua partai yang memberi saya kesempatan. Tapi sebagai kader tulen Partai Patriot, saya tetap akan menunggu petunjuk
dan instruksi partai,” terang Marlina saat dikonfirmasi, Senin (17/9).
Dari 12 partai politik yang dinyatakan tidak lolos ikut pemilu 2014, tiga diantaranya memiliki kursi DPRD di kabupaten ini. Partai Patriot dan PPI memiliki masing masing
satu kursi. Sedangkan Partai Persatuan Daerah (PPD) menguasai tiga kursi.(K11/C)